Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Malang

Padukan Hipnotis Dengan Pendidikan

Padukan Hipnotis Dengan Pendidikan


Tertarik dengan metode pembelajaran berbasis hipnotis, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah mengadakan workshop Hypnoteaching di Aula Teknik Gedung Kuliah Bersama (GKB) III (11/3). Bertema “Mewujudkan Sukses pembelajaran Melalui Keajaiban Metode Hypnoteaching”, acara tersebut menghadirkan pakar hipnotis dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya Muhammad Thohir.

 

Acara yang diikuti sekitar 71 peserta dari mahasiswa dan guru tersebut, dibuka oleh Pembantu Dekan (PD) III Fakultas Agama Islam (FAI) Muhammad Syarif. Dosen jurusan Syariah itu berharap, acara yang pertama kali diadakan HMJ Tarbiyah tersebut dapat bermanfaat bagi peserta saat mengajar nanti .“Insyaallah workshop hypnoteaching ini dapat membentuk pendidikan karakter,” tandasnya.

Menurut Siti Fatimah selaku ketua pelaksana, acara tersebut bertujuan membedah lebih jauh tentang Hypnoteaching sekaligus mengenalkannya kepada peserta. “Kami ingin mengetahui seperti apa Hypnoteching itu dan sekaligus memperkenalkannya kepada calon pendidik,” ujar mahasiswi yang juga aktif di LSO Fosifa FAI tersebut.

Mengawali materinya, Thohir didampingi asistennya, Mujahidin menjelaskan, Hypnoteachig merupakan aplikasi dari hipnotis yang dihubungkan dengan pendidikan. “Hypnoteaching merupakan formulasi antara hipnotis dengan sinergi kekuatan otak kanan dan kiri dalam proses pembelajaran,” ujar pria kelahiran Sampang Madura tersebut.

Menurut dosen yang juga mengajar Bahasa Arab itu, Hypnoteaching dapat mempermudah guru saat mengajar. Melalui metode tersebut, guru akan mengetahui potensi siswa dan dapat menyelesaikan masalahnya. “Fungsinya lebih pada bagaimana cara guru mampu memetakan potensi siswanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, lulusan S2 Universitas Negeri Surabaya tersebut menjelaskan, Hypnoteaching dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama, komunikasi verbal yakni mengkondisikan lawan bicara dan mengarahkannya. Kedua, komunikasi non verbal yakni menyamakan posisi dan gerak tubuh saat berkomunikasi. (Alip)
(Workshop HMJ Tarbiyah)

Shared: